Selasa, 26 November 2013

Pengaruh air hujan terhadap lele

Effect hujan & cuaca yang tak menentu pun sangat besar
pengaruhnya terhadap budidaya ikan bisa menimbulkan
urutan-urutan peristiwa yang menyebabkan stress
lingkungan... akan mengakibatkan perubahan tekanan
osmotik, perbedaan temperatur dasar kolam dan
permukaan air.....
yang kedua, input pakan yang tinggi juga berakibat
fitoplankton yang tebal yang diikuti fluktuasi pH dan DO,
sisa metabolit tinggi sehingga terjadi penumpukan bahan
organik di dasar kolam. Perombakan anaerob yang terjadi
memicu munculnya gas2 beracun (H2S).....
Sifat air hujan yang kurang baik bagi kehidupan ikan
adalah keasaman yang agak tinggi (pH rendah) yang bisa
meningkatkan resiko tumbuhnya jamur dan bibit penyakit
lain. Untuk mengatasinya adalah dengan cara pembuangan
air bagian atas kolam kira-kira setinggi 10 - 20 cm.
- Agar pH air ttp stabil,,,tingkatkan kemampuan buffer pH
air dg tebar BOSTER MANSTAP dilakukan pd sore hari,
cuaca mendung atau habis hujan.......
- Peng-garam-an, berhubungan dg proses
OSMOREGULASI,,,yaitu utk mengontrol kosentrasi larutan
dalam tubuh ikan...agar tekanan osmosis antara dlm tubuh
ikan dan lingkungannya dpt seimbang..
- Utk mengatasi fluktuasi suhu air, tinggikan level air
- Utk meningkatkan sistem imun (antibodi ikan) berikan
asupan Vit C dg BOSTER STRESS OFF dan Immunostimulat
dg BOSTER FISH IMUNOVIT
- Utk mengendalikan kepadatan plankton dan membunuh
kuman tebar BOSTER BLUE COPPER
- Utk mempercepat perombakan bahan organik, tebar
probiotik (BOSTER AQUAENZYM / BOSTER SEL MULTI +
BOSTER PLANKTOP)
- Utk mengatasi penurunan DO dpt dilakukan aerasi atau
tebar BOSTER AERO2

**boster=slh satu merk obat2n untuk ikan

cara menghemat pakan lele

pemberian pakan bisa
dukurangi tanpa harus mengorbankan pertumbuhan
lele sangkuriang kita. Oke langsung saja yah.
Alat dan Bahan:
1. Probiotik 1 liter (setau saya bisa diganti dengan
M4 Perikanan)
2. Yakul 5 botol
3. Dedak 1 kg (dedak ini diseduh dulu dengan air
panas)
4. Vit C dan Vit B complek masing masing 50 butir
5. Molase 2 liter atau gula 2kg
6. Susu kental 1 kaleng
7. Air 50 liter
Cara Pembuatan:
Masukkan dalam wadah tertutup semua bahan di
atas
fermentasikan minimal 6 hari
Adapun cara pembibisan adalah dengan
menggunakan setengah aqua gelas /1kg pakan

Minggu, 24 November 2013

Membuat em4

EM disini adalah Effective
Microorganisms (EM). EM merupakan kultur campuran
dari microorganisms yang menguntungkan bagi
pertumbuhan tanaman. EM diaplikasikan sebagai
inokulan untuk meningkatkan kergaman dan populasi
mikroorganisme di dalam tanah dan tanaman, yang
selanjutnya dapat meningkatkan kesehatan,
pertumbuhan, kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
Teknologi, konsep penerapan EM dalam bidang pertanian
telah dilakukan secara mendalam oleh Prof. Dr. Teruo
Higa di Universitas Ryukyus, Okinawa, Jepang. Dalam
skala luas, EM telah diterapkan oleh petani organic di
Jepang, Thailand, Brazil, Amerika Serikat, Indonesia,
Philiphina, Srilangka, Cina, Korea Selatan, Taiwan, India,
Perancis, Malaysia, New Zealand, Laos, Myanmar,, dll.
Dari tahun 1989 sampai saat ini, pengembangan teknolgi
EM masih terus dilakukan. (sumber: http://
www.em4indonesia.com/faq )
Untuk memperoleh EM4 biasanya dijual di toko pertanian
atau dinas pertanian.

^o^ MEMBUAT EM4 SENDIRI^o^
Jika kita harus membeli
EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada
berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga
bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya
adalah sebagai berikut:

CARA 1
Bahan - bahan :
Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
Kacang panjang segar 0,25 kg
Kangkung air segar 0,25 kg
Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
Gula pasir 1 kg
Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter
Cara Pembuatan :
Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan
batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi
agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat
juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.Setelah
dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan
dalam ember. Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa
dalam ember tadi dan aduk hingga rata.Wadah ditutup
rapat dan disimpan selama 7 hari. Setelah 7 hari larutan
yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari
hingga habis.Larutan tersebut disaring dan dimasukkan
kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut
adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan
hingga 6 bulan.Ampas dari hasil penyaringan larutan
bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

CARA 2
Bahan-bahan :
Susu sapi atau susu kambing murni.Isi usus (ayam/
kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam
usus.
Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit
udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1
kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :
Panci, kompor, Blender/parutan untuk menghaluskan
nanas.
Cara Pembuatannya :
Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan
dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak
diperlukan mati. Setelah mendidih, hasil adonannya
didinginkan.kemudian ditambahkan susu, isi usus ayam
atau kambing.Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul
gelembung-gelembung.Bila sudah siap jadi akan
menjadi kental/lengket. Perlu diperhatikan susu jangan
yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah
berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk
menghilangkan bau hasil proses bakteri.

CARA 3
Bahan-bahan :
Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga,
dsb.)
Bekatul, secukupnya
Gula merah, sedikit saja
Air beras, secukupnya
Cara Pembuatan :
Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul
dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah
ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil
kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu
sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM singkatan
dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas"
yang akan mempercepat proses pengomposan.
Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan
mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami
dekomposisi selama satu minggu.Cairan EM1 dicampur
dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian
didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang
terbentuk disebut dengan EM2.Cairan EM2 dicampurkan
dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan
didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi
EM3.Diamkan lagi selama satu minggu tanpa
menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

CARA 4
Bahan-bahan :
Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
Kacang panjang segar 0,25 kg
Kangkung air segar 0,25 kg
Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
Gula pasir 1 kg
Air tuak dari nira 0,5 liter
Cara Pembuatan :
Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan
batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi
agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat
juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan. Setelah
dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan
dalam ember. Campurkan gula pasir dan tuak dalam
ember tadi dan aduk hingga rata.Wadah ditutup rapat
dan disimpan selama 7 hari Setelah 7 hari larutan yang
dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari
hingga habis. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan
kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut
adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan
hingga 6 bulan. Ampas dari hasil penyaringan larutan
bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

CARA 5
Bahan – bahan :
Air cician beras ( leri ) = 5 liter
Air kelapa = 5 liter
Cincangan halus sampah sayur = 3 kg
Kulit Jeruk = seadanya
Ragi tempe = 1 butir
Cairan Gula Jawa/Merah = 1 kg
Cara Pembuatan :
Semua bahan dicampur dan di aduk rata. Tutup rapat
dengan perlakuan setiap 4 hari tutup dibuka untuk
mengeluarkan gas. Pada hari ke -17 EM4 sudah jadi.
CARA 6
Bahan – bahan :
Gula pasir/merah = 1kg
Terasi = ¼ kg
Dedak = 1 ½ kg
Ragi tape = 15 butir
Air biasa = 5 liter
Cara Pembuatan :
Air di rebus sampai mendidih lalu angkat dari tungku
lalu campur terasi, dedak dan gula pasir aduk samapi
rata. Tunggu 3-4 jam setelah larutan dingin lalu masuk
kan ragi tape yang sudah di tumbuk halus. Masukkan
dalam ember tertutup rapat simpan di tempat lembab.
Kurang lebih 15 hari EM4 siap di gunakan.

Jumat, 22 November 2013

Kandungan kimia Lengkuas

1. Kristal Kuning
2. Metal Sinamat
3. Minyak Terbang
4. Pinen
5. Minyak Astiri
6. Seskuiterpen
7. Galangan
8. Eugenol
9. Kaemferida
10. Galangol

Jahe

Kandungan & Khasiat Jahe :: Jahe yang memilki nama
ilmiah Zingiber Officinale merupakan salah satu tanaman
remph sekaligus tanaman obat asli asia.. Tanaman
sejenis rumpun ini dikenal karena rasa yang pedas dan
sifatnya yang menghangatkan. Karena pedasnya ini yang
kemudian dipakai sebagai bumbu masak, minuman segar
dan sebagai obat.Senyawa yang menyebabkan pedas di
atas merupakan senyawa non-volatil.Aroma khas yang
kuat dan jika kita hirup akan memberi suasana hangat di
hidung kita yang terdapat pada jahe berasal dari minyak
atsiri yang terkandung didalamnya. Minyak astiri
merupakan senyawa volatil atau mudah menguap. Minyak
ini juga menyebabkan rasa jahe yang khas. Minyak atsiri
dalam jahe merupakan gabungan dari senyawa terpenoid
yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpena,
zingiberena, bisabolena, sineol, sitral, zingiberal Minyak
atsiri yang terkandung dalam jahe antara 1 sampai 3 %.
Kandungan Gizi Jahe Per 100 Gram:
Protein 8.6%, Karbohidrat 66.5%, Lemak 6.4%, Serat 5.9%,
Abu 5.7%, Kalsium 0.1%, fosfor 0.15%, Zat besi 0.011%,
Sodium 0.3%, potasium 1.4%, Vitamin A 175 IU, Vitamin
B1 0.05 mg, Vitamin B2 0.13 mg, Vitamin C 12 mg, Niasin
1.9%.

Komposisi kimia temulawak

Pati 48.18% - 59.64% - membantu proses metabolisma
dan fisiologi organ badan.
· Protin 29.00% - 30.00%
· Abu 5.26% - 7.07%
· Serat 2.58% - 4.83% - memulihkan kecergasan badan
(bersifat tonik)
· Kurkumin 1.60% - 2.20% - melancarkan proses
pencernaan tubuh
· Minyak asiri 6.00% - 10.00% - meningkatkan fungsi
ginjal
· Phelandren - melancarkan pengeluaran toksik dalam
tubuh melalui air kencing
· Kamfer
· Turmerol - membantu proses metabolisme
· Borneol - memulihkan kesehatan tubuh badan akibat
serangan penyakit
· Sineal
· Xanthorrhizol

Komposisi kimia kencur

*pati (4,14 %),
*mineral (13,73 %),
*minyak- minyak atsiri (0,02 %), berupa:
  - sineol,
  - asam metil kanil dan penta dekaa,
  - asam sinamat,
  - etil ester,
  - borneol,
  - kamphene,
  - paraeumarin,
  - asam anisat,
  - alkaloid dan
  - gom.