Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2014

Fermentasi katul

Bahan :
1. Katul
2. Mineral unggas dan ruminansia
3. Urea bagi ruminansia, unggas tidak memerlukannya
Alat-alat :
1. Drum, ember, plastic untuk pemeraman
2. Dandang/ alat kukus di sesuaikan dengan yang di
miliki
Langkah kerja :
1. Basahi katul dengan air buat “ pero “ saja, masukan
dandang/alat kukus, masak 30 menit di hitung mulai
airmendidih, hindari terlalu matang atau katul masukan
ember kocori dengan air panas lalu aduk-aduk sampai
merata, di buat “ pero “ juga.
2. Dinginkan katul, campur dengan urea 1 sendok the
tiap 2 kg katul, mineral 1 sendok makan tiap 2 kg katul,
ragi tape 1 butir tiap 4 kg katul. Kenapa di pakai ragi
tape, karena harga murah…
3. Semua bahan di campur aduk sampai rata, lalu
masukan dalam drum, ember atau plastic, tutup rapat
udara ndak boleh masuk, 2 atau 3 hari, hasil terbaik 4
hari. Simpan di tempat teduh yang tidak terkena paparan
sinar matahari.
4. Setelah jadi bisa langsung di berikan pada hewan
ternak

#akan lebih bagus jika dtambah tepung kedelai/kacang ijo/jagung sebagai sumber protein
#selain ragi..bisa menggunakan em4

Rabu, 01 Januari 2014

Membuat jus asam amino

Nie copas dari blog mas betha sutrisno..lgsung aja..
BAHAN :
1. Ikan segar/daging tikus/keong/ bekicot/kedelei/telur.
2. Buah nanas(enzim bromeliad) atau papaya (enzim papain)
LANGSUNG PRAKTEK
1. Bahan ikan segar dan lainnya itu ,pilih salah satu
saja, cuci bersih, lalu blender atau rebus dulu 1 jam baru
di blender.
2. Nanas 1-2 bagian : ikan 3 bagian. Nanas bersihkan,
kupas bersih lalu blender halus bisa langsung di
campurkan ke ikan bersama ampasnya atau nanas dip
eras dulu di ambil sarinya campur ke ikan lalu
tambahkan gula 0,25 bagian, caranya sama untuk buah
papaya.
3. Semua bahan tadi di campur lalu peram 1- 2 hari.
4. Setelah selesei peram, agar kerja enzim lebih ringan
maka perlu di tambah masukan bakteri , terutama bakteri
yang bisa menghasilkan enzim missal Bakteri penghasil
fitohormon : Azospirillum, Azotobacter, Pseudomonas,
Serratia, Acetobacter, Methylobacterium, memproduksi
asam amino, vitamin, enzim dan hormone seperti
Auksin, Sitokinin, Giberelin
5. Masa peram dua minggu, hasil yang di dapat berupa
cairan pasta saos semacam itu

Selasa, 17 Desember 2013

Oksilat mikroba(sejenis starbio)

OKSILAT MIKROBA RUMEN SISTEM KERING
Rumen adalah bahan pakan yang telah di konsumsi sapi
atau kambing, saat di sembelih masih berada dalam
saluran pencernakan.
langsung saja……
1. Rumen di kumpulkan, lalu di keringkan pada tempat
yang bersih beralas terpal atau yang lain, jemur terus
hingga kering kadar air 8-10%.
2. Lalu giling dismill hingga menjadi tepung lalu kemas,
ini sudah seperti starbio dan stardex
OKSILAT MIKROBA RUMEN SISTEM BASAH
1. Rumen basah, taruh pada ember lalu tambahi air,
perbandingan rumen 1 bagian air segar 1 bagian
2. Penambahan gula atau molasses tiap 10 kg rumen
perlu gula 100 gram – 200 gram/1-2 ons
3. Setelah rumen di beri air segar, ampas pada rumen
disaring di buang, tinggal cairan rumen saja, baru di
tambahkan gula.
4. Peram 14 hari hingga 21 hari, ini sudah di fungsikan
sebagai stater mikrobia.

Lele sistem biofloc

1, BIOFLOC
Suatu teknologi budidaya ikan dengan mengaplikasikan
Probiotik (bakteri non pathogen) secara intensif melalui
lingkungan (air dan dasar kolam) dan melalui oral
(dicampur dengan pakan) yang diikuti dengan
pemberian probiotik sebagai nutrisi probiotik sehingga
akan terbentuk biofloc (Floc bakteri non pathogen yang
menguntungkan bagi ikan ) yang merupakan salah satu
sumber protein yang dapat dimakan oleh ikan.
2. TAHAPAN TERBENTUKNYA BIOFLOC
Dominasi Pitoplankton.
Dominasi Zooplankton
Dominasi Bakteri Pengurai
Masa transisi Dominasi
Dominasi Bakteri Photosyntetic
3. PROBIOTIK
Dalam akuakultur/ budidaya ikan, probiotik adalah
mikroorganisme yang sengaja diberikan melalui oral atau
lingkungan, dengan tujuan agar menguntungkan bagi
ikan yang dipelihara.
Umumnya probiotik yang digunakan dalam budidaya
ikan adalah dari golongan bakteri non pathogen (Pro:
mendukung, biotic : biota kehidupan)
4. TEKNIK BUDIDAYA
a.Persiapan air untuk pembesaran lele ; masukan air
dengan ketinggian 80-100 cm, hari ke 2 masukkan
probiotik 5 ml/m 3, hari ke 3 masukkan prebiotik :
Molase 250 ml/m 3, malam harinya tambahkan
dolomite 150-200 gram/m 3 (diambil airnya saja)
selanjutnya diamkan air media selama 7-10 hari,
selanjutnya dilakukan penebaran benih lele.
b.Penebaran benih lele ; Benih dari induk unggulan
(dari satu induk yang sama), benih harus sehat
dengan indikasi gerakan aktif, ukuran dan warna
seragam, organ tubuh lengkap, bentuk proorsional
ukuran 4-6cm / 5-7cm, setelah penebaran
keesokan harinya tambahkan probiotik 5 ml/m 3.
c.Aplikasi susulan probiotik ; Sebelum benih ikan
berukuran 12 cm, setiap 10 hari sekali masukan
probiotik 5 ml/m 3, Ragi tempe 1 sendok makan/
m3 Ragi tape 2 butir/m 3 dan malam harinya
tambahkan dolomite 200-300 gr/m 3 (diambil
airnya saja) Setelah ukuran ikan >12 cm setiap 10
hari sekali masukan probiotik 5 ml/m 3.\, ragi
tempe 2-3 sendok makan/m 3, ragi tape 6-8 butir/
m3 dan malam harinya tambahkan dolomite
200-300 gr/m 3 (diambil airnya saja) Pemberian
ragi tempe dan ragi tape dilarutkan kedalam air.
5. PENGELOLAAN PAKAN
Gunakan pakan yang berkualitas, ukuran pakan
disesuaikan dengan bukaan mulut ikan, pakan diberikan
pagi – sore hari, dosis pakan 80%dari daya kenyang,
dipuasakan seminggu sekali, pakan di fermentasi
dengan probiotik atau di campur probiotik dan
pengurangan dosis pakan sampai 30% jika sudah
terbentuk floc.
Keterangan :
Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup dalam
usus dan sering disebut sebagai bakteri baik. Mengapa
disebut bakteri baik? Ya, karena memang bakteri
probiotik ini ternyata memiliki peran sebagai pembantu
metabolisme sistem pencernaan dan membantu
memperkuat daya tahan tubuh.
Umumnya bakteri probiotik ini berupa asam laktat ( lactic
acid bacteria – LAB) yang sering kali digunakan dalam
industri pangan dan obat-obatan. Dua jenis bakteri
probiotik yang paling mendominasi adalah jenis
Lactobacillus dan Bifidobacterium .
Dalam industri makanan, bakteri probiotik ini mengubah
zat gula dan karbohidrat lain menjadi asam laktat yang
memiliki rasa khas dan mengawetkan makanan dengan
menurunkan pH, serta mengurangi ruang hidup bakteri
patogen (bakteri jahat). Nah, jika di dalam tubuh
memiliki banyak bakteri baik dan sedikit bakteri jahat,
maka semakin sehatlah sistem pencernaan tubuh
.
Sedangkan prebiotik adalah makanan untuk bakteri
probiotik. Atau sering juga disebut sebagai nutrisi untuk
bakteri probiotik dalam berkembang biak di dalam
tubuh. Senyawa prebiotik ini banyak ditemukan dalam
makanan yang mengandung serat atau fiber seperti
brokoli, tempe, tahu, susu kedelai, sayuran hijau, dan
buah.

**lele sistem biofloc per m2 bisa ditanam bibit 1000 ekor

Rabu, 11 Desember 2013

CARA FERMENTASI JERAMI UNTUK MAKANAN TERNAK DOMBA/KAMBING

BAHAN DAN UKURAN:
• 1000 Kg : jerami padi , dipilih yang sudah kering
• 20-25 Lt : tetes bila tidak ada dapat diganti gula
yang dilarutkan
• 6-7 Lt : Probiotik, bila di daerah belum ada dapat
diganti dengan EM4.
• 5-6 Kg : Urea untuk menambah kandungan protein
makanan ( 4-6% dr total jerami )
• 250-300 Lt. : Air untuk melarutkan probiotik dan
tetes/15Lt untuk jerami basah
PERALATAN:
• Silo tempat untuk fermentasi jerami dapat berupa
tembok semen, bis semen, drum sesuai kemampuan dan
jumlah ternak
• Alat pemotong sabit atau sejenisnya atau bisa
menggunakan mesin pencacah jerami
• Ember atau timba, gembor, terpal plastik atau karung
plastik
CARA MEMBUAT
1. Sediakan silo dari bis beton disusun dua atau tiga,
bila memakai drum bagian dalam supaya dicat agar
tidak berkarat
2. Jerami kering atau bahan-bahan kering yang telah
ada dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 25
cm sejumlah isi silo yang ada
3. Larutkan tetes dan urea serta probiotik dengan air
menjadi satu sesuai perbandingan bahan-bahan di
atas.
4. Siapkan terpal plastik untuk alas menjcampur antara
jerami dengan campuran tets starbio dan air.
5. Jerami padi yang sudah dipotong ditaruh di atas
terpal sedikit demi sedikit sambil disiram larutan air
tetes dan starbio sesuai perbandingan di atas sampai
merata dan jerami kelihatan basah.
6. Setelah jarami benar-benar telah disiram rata dengan
larutan tersebut, jerami dimasukkan ke dalam silo
sedikit demi sedikit sambil dimampatkan/diinjak-
injak supaya padat.
7. Setelah mampat (padat) silo ditutup hingga rapat
betul
8. Setelah 7 hari jerami tersebut baru dapat mulai
diberikan pada ternak kambing sesuai dengan
kebutuhan dan selama bahan tersebut belum habis
setelah mengambil bahan dari silo supaya ditutup
kembali dengan rapat
9. Penempatan silo supaya terhindar dari genangan air,
terhindar dari terik matahari dan air hujan tidak boleh
masuk ke dalam silo
CARA MEMBERIKAN:
Pemberian diberikan dua kali pagi dan
sore dengan ukuran: bobot kambing x 3%
pakan kering (jerami yang telah
difermentasi)
Ditambah makan tambahan berupa katul
yang baik (kualitas I) sebanyak 0,5 kg/
ekor
KETERANGAN:
Apabila waktu petama kali tenak diberi
pakan fermentasi tersebut tidak langsung
mau supaya dilatih sedikit demi sedikit
sampai mau makan dengan lahap
Agar ternak kambing cepat gemuk perlu
diberi makan lain yang kadar proteinnya
tinggi seperti pemberian katul konsentrat
Air minum supaya tetap tersedia (jangan
sampai telat), ada baiknya airnya
diberikan garam.

Selasa, 26 November 2013

cara menghemat pakan lele

pemberian pakan bisa
dukurangi tanpa harus mengorbankan pertumbuhan
lele sangkuriang kita. Oke langsung saja yah.
Alat dan Bahan:
1. Probiotik 1 liter (setau saya bisa diganti dengan
M4 Perikanan)
2. Yakul 5 botol
3. Dedak 1 kg (dedak ini diseduh dulu dengan air
panas)
4. Vit C dan Vit B complek masing masing 50 butir
5. Molase 2 liter atau gula 2kg
6. Susu kental 1 kaleng
7. Air 50 liter
Cara Pembuatan:
Masukkan dalam wadah tertutup semua bahan di
atas
fermentasikan minimal 6 hari
Adapun cara pembibisan adalah dengan
menggunakan setengah aqua gelas /1kg pakan

Minggu, 24 November 2013

Membuat em4

EM disini adalah Effective
Microorganisms (EM). EM merupakan kultur campuran
dari microorganisms yang menguntungkan bagi
pertumbuhan tanaman. EM diaplikasikan sebagai
inokulan untuk meningkatkan kergaman dan populasi
mikroorganisme di dalam tanah dan tanaman, yang
selanjutnya dapat meningkatkan kesehatan,
pertumbuhan, kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
Teknologi, konsep penerapan EM dalam bidang pertanian
telah dilakukan secara mendalam oleh Prof. Dr. Teruo
Higa di Universitas Ryukyus, Okinawa, Jepang. Dalam
skala luas, EM telah diterapkan oleh petani organic di
Jepang, Thailand, Brazil, Amerika Serikat, Indonesia,
Philiphina, Srilangka, Cina, Korea Selatan, Taiwan, India,
Perancis, Malaysia, New Zealand, Laos, Myanmar,, dll.
Dari tahun 1989 sampai saat ini, pengembangan teknolgi
EM masih terus dilakukan. (sumber: http://
www.em4indonesia.com/faq )
Untuk memperoleh EM4 biasanya dijual di toko pertanian
atau dinas pertanian.

^o^ MEMBUAT EM4 SENDIRI^o^
Jika kita harus membeli
EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada
berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga
bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya
adalah sebagai berikut:

CARA 1
Bahan - bahan :
Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
Kacang panjang segar 0,25 kg
Kangkung air segar 0,25 kg
Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
Gula pasir 1 kg
Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter
Cara Pembuatan :
Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan
batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi
agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat
juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.Setelah
dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan
dalam ember. Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa
dalam ember tadi dan aduk hingga rata.Wadah ditutup
rapat dan disimpan selama 7 hari. Setelah 7 hari larutan
yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari
hingga habis.Larutan tersebut disaring dan dimasukkan
kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut
adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan
hingga 6 bulan.Ampas dari hasil penyaringan larutan
bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

CARA 2
Bahan-bahan :
Susu sapi atau susu kambing murni.Isi usus (ayam/
kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam
usus.
Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit
udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1
kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :
Panci, kompor, Blender/parutan untuk menghaluskan
nanas.
Cara Pembuatannya :
Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan
dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak
diperlukan mati. Setelah mendidih, hasil adonannya
didinginkan.kemudian ditambahkan susu, isi usus ayam
atau kambing.Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul
gelembung-gelembung.Bila sudah siap jadi akan
menjadi kental/lengket. Perlu diperhatikan susu jangan
yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah
berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk
menghilangkan bau hasil proses bakteri.

CARA 3
Bahan-bahan :
Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga,
dsb.)
Bekatul, secukupnya
Gula merah, sedikit saja
Air beras, secukupnya
Cara Pembuatan :
Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul
dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah
ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil
kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu
sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM singkatan
dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas"
yang akan mempercepat proses pengomposan.
Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan
mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami
dekomposisi selama satu minggu.Cairan EM1 dicampur
dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian
didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang
terbentuk disebut dengan EM2.Cairan EM2 dicampurkan
dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan
didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi
EM3.Diamkan lagi selama satu minggu tanpa
menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

CARA 4
Bahan-bahan :
Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
Kacang panjang segar 0,25 kg
Kangkung air segar 0,25 kg
Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
Gula pasir 1 kg
Air tuak dari nira 0,5 liter
Cara Pembuatan :
Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan
batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi
agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat
juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan. Setelah
dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan
dalam ember. Campurkan gula pasir dan tuak dalam
ember tadi dan aduk hingga rata.Wadah ditutup rapat
dan disimpan selama 7 hari Setelah 7 hari larutan yang
dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari
hingga habis. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan
kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut
adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan
hingga 6 bulan. Ampas dari hasil penyaringan larutan
bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

CARA 5
Bahan – bahan :
Air cician beras ( leri ) = 5 liter
Air kelapa = 5 liter
Cincangan halus sampah sayur = 3 kg
Kulit Jeruk = seadanya
Ragi tempe = 1 butir
Cairan Gula Jawa/Merah = 1 kg
Cara Pembuatan :
Semua bahan dicampur dan di aduk rata. Tutup rapat
dengan perlakuan setiap 4 hari tutup dibuka untuk
mengeluarkan gas. Pada hari ke -17 EM4 sudah jadi.
CARA 6
Bahan – bahan :
Gula pasir/merah = 1kg
Terasi = ¼ kg
Dedak = 1 ½ kg
Ragi tape = 15 butir
Air biasa = 5 liter
Cara Pembuatan :
Air di rebus sampai mendidih lalu angkat dari tungku
lalu campur terasi, dedak dan gula pasir aduk samapi
rata. Tunggu 3-4 jam setelah larutan dingin lalu masuk
kan ragi tape yang sudah di tumbuk halus. Masukkan
dalam ember tertutup rapat simpan di tempat lembab.
Kurang lebih 15 hari EM4 siap di gunakan.

Jumat, 22 November 2013

Jahe

Kandungan & Khasiat Jahe :: Jahe yang memilki nama
ilmiah Zingiber Officinale merupakan salah satu tanaman
remph sekaligus tanaman obat asli asia.. Tanaman
sejenis rumpun ini dikenal karena rasa yang pedas dan
sifatnya yang menghangatkan. Karena pedasnya ini yang
kemudian dipakai sebagai bumbu masak, minuman segar
dan sebagai obat.Senyawa yang menyebabkan pedas di
atas merupakan senyawa non-volatil.Aroma khas yang
kuat dan jika kita hirup akan memberi suasana hangat di
hidung kita yang terdapat pada jahe berasal dari minyak
atsiri yang terkandung didalamnya. Minyak astiri
merupakan senyawa volatil atau mudah menguap. Minyak
ini juga menyebabkan rasa jahe yang khas. Minyak atsiri
dalam jahe merupakan gabungan dari senyawa terpenoid
yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpena,
zingiberena, bisabolena, sineol, sitral, zingiberal Minyak
atsiri yang terkandung dalam jahe antara 1 sampai 3 %.
Kandungan Gizi Jahe Per 100 Gram:
Protein 8.6%, Karbohidrat 66.5%, Lemak 6.4%, Serat 5.9%,
Abu 5.7%, Kalsium 0.1%, fosfor 0.15%, Zat besi 0.011%,
Sodium 0.3%, potasium 1.4%, Vitamin A 175 IU, Vitamin
B1 0.05 mg, Vitamin B2 0.13 mg, Vitamin C 12 mg, Niasin
1.9%.

Komposisi kimia kencur

*pati (4,14 %),
*mineral (13,73 %),
*minyak- minyak atsiri (0,02 %), berupa:
  - sineol,
  - asam metil kanil dan penta dekaa,
  - asam sinamat,
  - etil ester,
  - borneol,
  - kamphene,
  - paraeumarin,
  - asam anisat,
  - alkaloid dan
  - gom.

Minggu, 17 November 2013

MEMBUAT EM5(INSECTISIDA)

INSEKTISIDA TEKNOLOGI EM5
Bahan:
- EM4 = 100 ml
- Molase/gula = 100 ml/ 0,5 ons
- Cuka makan kadar 5% = 100 ml
- ALkohol kadar 40% = 100 ml
- Air cucian beras pertama = 1 liter
Cara membuat:
- Campurkan semua bahan.
- Tutup rapat dan simpan di tempat teduh dan gelap.
- Selama 15 hari setiap pagi dan sore larutan di
kocok dan di buka tutupnya ( untuk mengeluarakan
gas ).
- Selama 5 hari biarkan tertutup.
- EM 5 siap digunakan.
- Larutan ini dapat bertahan hingga kurang lebih 3
bulan.
Aplikasi:
- 150 – 250 cc / 15 liter air.
- Tambahkan 10 cc larutan gula setiap akan
menyemprot.
Catatan:
- Hati-hati terhadap tanaman muda dan rentan
karena larutan ini mengandung alcohol.
- Mencampurnya dengan ekstrak tanaman anti hama
saat pembuatan sangat di anjurkan supaya lebih
efektif lagi.

Kamis, 14 November 2013

Pelet bisa mengapung

Sebagian orang bingung mengapa pelet ikan bisa mengambang atau terapung apa dari bahan atau dari mesinnya yang hebat dan canggih? jawabannya adalah kedua-duanya mempunyai hubungan yang erat. menurut saya pelet bisa terapung karena ada pori pori dalam pelet yang terjadi karena gesekan dari bahan yang dibawa oleh ekstruder dengan dinding tabung dan dipadatkan diujung ekstruder dengan tekanan tinggi hingga menimbulkan panas yang cukup untuk membuat pelet matang,kemudian masuk kedalam lubang yang dinamakan dies setelah keluar dari lubang dies tersebut dipotong oleh pisau pemotong. Karena perbedaan suhu didalam dan suhu ruang maka pelet tersebut dapat membuat pori-pori pelet. Intinya dari proses ini adalah thermo mechanical cooking (teknik memasak dengan mekanik). steam boiler dihilangkan tetapi memasak dengan kekuatan mekanik mesin sehingga menggunakan energi yang cukup besar.


#steam boiler sistem pemanasan dengan uap panas/kukus..


Bagian bagian mesin ekstruder pelet ikan terapung:
Mixer feeder Bagian ini mempunyai fungsi mengaduk bahan agar lebih homogen dan membawa bahan menuju skrew ekstruder. Mixer feeder ini digerakan oleh motor listrik daya 2Hp dan diatur frekuensi putarnya oleh inverter agar bahan yang masuk sesuai dengan putaran skrew ekstruder.
Skrew dan tabung mempunyai jenis begitu banyak variasinya . fungsi dari skrew adalah untuk membawa,mengaduk dan memotong bahan menuju lubang dies.Skrew digerakan di gerakan dengan motor listrik berkekuatan besar dengan daya 22Kva frekuensi motor diatur oleh inverter.skrew mempunyai diameter 75mm panjang 800mm. Tekanan dari skrew ini sangat besar sehingga bahan yang mengandung protein ditekan dengan tekanan besar hingga mengeluarkan minyak dan protein itu sendiri dan memungkinkan lebih mudahnya tercerna ketika peletnya dimakan oleh ikan. Sedangkan tabung berfungsi sebagai pemberi gesekan dan pemotong bahan hingga menjadi lebih rata dan homogen sebelum bahan sampai ke dies.
Dies atau cetakan Dies atau cetakan befungsi sebagai membentuk bahan yang di bawa oleh skrew dan melewati lubang dies sesuai ukuran yang ada. dies  disini berukuran 3mm. tetapi ukuran bisa dibuat berdasarkan keinginan si pembuat, ukuran mulai dari 2mm - 8mm. Pisau potong Pisau potong berfungsi untuk memotong bahan yang telah dibentuk oleh dies panjang atau pendek ukuran potongan ini bisa diatur. pisau potong digerakan oleh motor listrik 1Hp dan frekuensi motor diatur oleh inverter.Pelet yang telah dipotong ini langsung kering hanya perlu diangin anginkan saja oleh kipas angin.
Cooling dan Heating Cooling atau pendingin ini berfungsi menjaga suhu tabung agar suhu tetap stabil untuk membuat pelet menjadi matang dan tidak menghilangkan protein yang ada karna panas yang over heat. Heating atau pemanas hanya digunakan pada saat pertama sebelum mesin ektruder berjalan setelah ekstruder berjalan pemenas ini berhenti.

Rabu, 13 November 2013

PELET DARI KOTORAN SAPI

1. Kotoran sapi diambil dan dibersihkan., Agar kotoran
padat, kering, dan tidak berbau, sapi hanya diberi makan
jerami kering dan diberi minum air dicampur bakteri
pengurai yang diambil dari rumen (perut besar sapi).-->starbio/em4 peternakan/produk sjenis..
Pemberian minum sebanyak satu ember dua kali sehari.
2. Kotoran dijemur di bawah sinar matahari selama
kurang lebih satu minggu hinga benar-benar kering,
untuk menghilangkan kandungan gas yang terkandung
dan membunuh bakteri.
3. Setelah proses pengeringan selesai, kotoran
kotoran dihaluskan dan dicampur dengan ikan asin yang
ditumbuk halus(bisa jg menggunakan tepung ikan) bekatul atau kulit ari beras, tetes tebu(bisa dgn gula merah)
atau air kelapa, dan tepung tapioka.
4. Takaran yang perlu digunakan dalam pencampuran
pakan ikan , komposisinya 70% kotoran sapi, 20%
bekatul, 10% tetes tabu atau air kelapa. Sementara untuk
pakan udang, komposisinya 60% kotoran sapi, 30%
bekatul, dan 10% tetes tebu atau air Kelapa. komposisi
ini tidak bersifat wajib. Komposisi bisa di sesuaikan
dengan kebutuhan.
5. Setelah semua bahan tercampur merata, langkah
selanjutnya adalah membentuknya menjadi btiran-
butiran kecil. Bisa menggunakan alat pembuat pelet,
atau bisa juga dengan cara manual memakai tangan.

Kamis, 07 November 2013

MOL BATANG PISANG II

Bahan:
1.Batang pisang 5 kg
2.Gula merah 1 kg
3.Air cucian beras 10 ltr
CARA MEMBUAT:
Batang pisang di rajang dan gula merah di Rajang
atau dihaluskan. Kemudian disiapkan baskom dan
diisi dengan air cucian beras. Rajangan batang
pisang dan gula di masukkan kedalam baskom
yang telah terisi air cucian beras. Tutup rapat-
rapat baskom tersebut. Pada tutup baskom di
lubangi sedikit untuk memasukkan slang kecil
yang dihubungkan ke botol aqua, sebagai alat
keluarnya pathogen yang merugikan (cara ini disebut digester) sehingga
nantinya airnya akan berwarna kuning penuh
dengan pathogen yang merugikan.
Lamanya menprementasi adalah 21 hari, tetapi
semakin lama mempermentasi hasilnya semakin
baik atau dilihat pada air dalam botol aquanya
mengeluarkan kelembung gelembung dan apabila
di di bau/cium maka baunya berbau tape.
Apabila MOL Batang pisang sudah jadi maka
airnya sudah dapat di aplikasikan ke lahan
pertanian dengan dosis 2 liter/13 liter air (1
tangki spyer).
Waktu aplikasi di lahan yaitu pagi hari atau sore
hari (jangan kena sinar matahari pada waktu
aplikasi di lapangan, agar micro organisme tidak
mati)
CATATAN
Apabila tidak ada air cucian beras dapat di ganti
dengan tepung beras sebanyak ¼ kg
Apabila tidak ada gula berah dapat diganti
dengan tetes 2,5 liter
Untuk mengaduk / mencampur usahakan dengan
tahan biasa atau kayu

PROBIOTIK HAYATI

Nie hasil copas dari blog mas betha_sutrisno...semoga bermanfaat ya...

BAHAN :
1. Daun gamal /teresede 5 kg
2. Kunir/kunyit 5 kg
3. Buah pisang 5 kg
4. Sayur buncis 5 kg
5. Kecambah/tokolan 5 kg
6. Buah papaya 5 kg
7. Buah mojo 5 kg
8. Tanaman kiriyu 5 kg
9. Sepet kelapa muda 5 k
10. Rebung bamboo 5 kg
11. Bonggol pisang 5 kg
12. Ikan laut 10 kg
13. Susu sapi segar 5 liter
14. Air leri
15. Air kelapa
16. Urin sapi bunting
17. NPS 5 liter
18. Gula jawa 7 kg
19. Molasses 3 kg
CARA PEMBUATAN :
1. Daun gamal, kunyit, pisang, buncis, nanas,
kecambah, papaya, mojo, kiriyu, rebung bamboo,
bonggol pisang di blender halus, pisahkan pada
masing masing wadah + air kelapa 5 liter + urin
5 liter + gula 0,5 kg, pada tiap tiap bahan lalu
peram 2 minggu .
2. Sepet kelapa potong kecil kecil + air kelapa 5
liter + urin 5 liter + gula 0,5 kg, peram 2 minggu
3. Susu sapi + NPS + air leri 10 liter + gula 0,5
kg peram 2 minggu
4. Ikan laut, bersihkan sisik dan jeroaan cuci
bersih, lalu kukus 30 menit terhitung sejak air
mendidih, dinginkan blender + air kelapa 5 liter +
urin 5 liter peram 2 minggu.
5. Setelah 2 minggu semua bahan pengisi dip
eras dan di saring masukan dalam digester
utama tambahkan molasses 3 liter peram 21
hari.
Dosis pakai 1-2 gelas/tangki semprot 15-17 liter

Rabu, 06 November 2013

PEMBUATAN MOL

Pada dasarnya, pengalaman dalam
membuat larutan MOL ini dilihat dari melihat
sifat atau fisik suatu tanaman. Misalnya bambu,
pertumbuhan bambu sangat cepat. Jika kita
berpikir, pasti ada sesuatu yang dikandung
tanaman itu sehingga dalam 1 minggu, panjang
batangnya bisa mencapai 1 – 2 cm. setelah
diteliti di Laboratorium, bamboo mengandung zat
Gibberellin, inhibitor, auxin dan sitokinin. Selain
itu bambu juga mengandung beberapa mikroba.
Contoh lain adalah bonggol pisang. Akar
pisang bisa merambat kemana-mana dalam
tanah bahkan bisa menembus tembok. Selain itu
mata tunasnya juga banyak. Setelah diteliti
ternyata bonggol pisang banyak mengandung
gibberellin dan sitokinin.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman
tersebut maka banyak petani membuat larutan
mikroorganisme local dengan cara fermentasi
yang sangat sederhana. Untuk melakukan
fermentasi dibutuhkan bantuan 3 bahan utama
yaitu:
Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan
mikroorganisme sebagai sumber energy. Bahan
ini dapat dipenuhi oleh air cucian beras, nasi
bekas (basi), singkong, kentang, gandum bahkan
SORGHUM.
Glukosa. Bahan ini juga sumber energy. Ia
dapat diperoleh dari gula merah, gula pasir,
molasses, air gula, air kelapa atau air nira.
Sumber Bakteri. Bahan yang bisa dipakai
diantaranya buah-buahan busuk, sayur busuk,
rebung, bonggol pisang, urine hewan. Bakteri
yang dikandung antara lain: Rhizobium sp,
Azosprillum sp, Azotobacter sp, Pseudomonas
sp, Bacillus sp, dan bakteri pelarut fosfat.
Ketiga bahan utama tersebut kemudian dicampur
dalam satu wadah tertutup rapat yang proses
disebut fermentasi. Setelah 1 – 3 minggu, bahan
mengeluarkan bau alcohol yang tajam. Itulah
tanda fermentasi berhasil dan MOL sudah jadi.
Aktivitas mikroorganisme pun selesai.
MOL BONGGOL PISANG
Bonggol pisang termasuk bahan yang mudah
diperoleh. Banyaknya mata tunas menjadi
inspirasi bahwa disitu ada zat yang luar biasa
yaitu Giberellin dan sitokinin. Bahkan dapat
mengundang mikroorganisme untuk datang.
Kandungan : Giberellin, Sitokinin dan 7
isolat bakteri yaitu: Azospirillum, Azotobacter,
Bacillus, Aeromonas, Aspergillus, Mikroba pelarut
fosfat dan mikroba selulolitik
Manfaat : Sebagai decomposer
dan penyubur tanah
Cara Pembuatan :
Bahan:
1 kg bonggol Pisang
1/5 Kg Gula merah
2 liter air beras
Cara buat:
Bonggol pisang dipotong-potong lalu
ditumbuk-tumbuk
Masukan gula merah yang sudah diiris ke
dalam air beras
Campur bahan dan larutan air beras, aduk
sampai rata
Tutup rapat dengan plastic dan fermentasi
selama 7 – 14 hari
MOL BATANG PISANG
Pada walnya bahan ini hanya dimanfaatkan
sebagai bahan untuk kompos. Namun kemudian
ternyata ditemukan juga adanya mikroba setelah
dijadikan MOL
Kandungan : Mengandung unsur P
Manfaat : Menambah Nutrisi
Cara Pembuatan
Bahan
2 – 3 Kg batang pisang
0,5 Kg gula merah
5 liter air beras
Cara buat:
Batang pisang ukuran 20 – 30 cm dipotong
kecil-kecil lalu ditumbuk, masukan dalam jerigen
Masukan gula merah yang sudah diiris
kedalam jerigen
Masukkan air cucian beras, aduk sampai rata
Tutup jerigen dan pasang selang yang
dihubingkan ke botol berisi air. Lama fermentasi
berkisar 14 – 21 hari.
Cara Pemakaian:
Cairkan MOL dalam air dengan perbandingan 1 :
15

Bertani kencur

Penyediaan Bibit
Kencur umumnya diperbanyak dengan
rimpangnya. Rimpang untuk bibit sebaiknya
diambil dari tanaman yang sehat dan berumur
panen8-12 bulan. Rimpang bibit yang baik
berdaging alot, mengkilap kecoklatan, tidak lecet,
tidak ada gejala busuk atau berjamur.
Rimpang terpilih disemaikan ditempat teduh dan
lembap selama 2 minggu sampai bertunas.
Kemudian rimpang dipotong-potong dengan
ukuran panjang 3 cm dan berat 8-15 gram, serta
diusahakan mempunyai 2-3 mata tunas. Pilih
rimpang yang baru mulai tumbuh tunas untuk
ditanam, karena akan memberikan hasil panen
yang maksimal. Dalam lahan 1 ha dibutuhkan
bibit sebanyak 1-2 ton tergantung jarak tanam.
Untuk menghindari serangan cendawan, sebelum
bibit ditanam terlebih dahulu direndam dalam
larutan Forest, kemudian ditiriskan dan
disemprot fungisida seperti Dithane, Dimazeb,
Ridomil, atau Manzate, dan bakterisida seperti
Agrimycin atau Agrept.
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah harus disesuikan dengan
waktu penanaman, dan sebaiknya dilakukan
menjelang atau awal musim hujan. Caranya
dengan mencangkul sedalam 25-30 cm atau
dibongkar menggunakan bajak.
Tanah lalu digemburkan dengan garpu dan
dibersihkan dari rumput. Selanjutan dibuat
bedengan selebar 1-1,5 m dan tinggi 15-20 cm.
Panjang bedeng disesuaikan dengan keadaan
tempat. jarak antar bedeng 30 cm. Di antara
bedengan itu kemudian dibuat parit sedalam 30
cm untuk menjaga drainase tetap baik. pupuk
kandang atau kompos matang sebagai pupuk
dasar diberikan secara sebar atau sistem larikan
menurut arah baris tanaman. waktu pemberiasn
pupuk 1-2 minggu sebelum tanaman dengan
dosis 15 ton/ha.
Penanaman dan Pemeliharaan
Saat penanaman kencur paling tepat di awal
musim hujan. Rimpang ditanam dengan tunas
menghadap ke atas pada kedalaman sekitar 7,5
cm. Jarak tanam umumnya 15 cm x 15 cm, atau
20 cm x 20 cm, tergantung pola tanam dan
kesuburan tanah., setelah tanaman tumbuh
sempurna diberikan pupuk buatan berupa urea
dengan dosis 150 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan
KCI 100 kg/ha, dan pada umur 2-3 bulan diberi
pupuk tambahan berupa urea 150 kg/ha.
Penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur
1-2 bulan, selanjutnya dengan melihat keadaan
gulma. Pada saat bersamaan dilakukan pula
pembumbunan 3-4 kali sesuai kondisi tanah,
agar rimpang tumbuh dan berkembang dengan
baik. Hati-hati, rimpang/bibit jangan sampai
terluka.
Untuk menghindari hama dan penyakit pada
tanaman dapat disemprotkan fungisida secara
rutin seminggu sekali sampai saat panen.

Cacing sutra

1, Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil
dari alam, Catatan : Sebaiknya bibit cacing di
karantina dahulu karena ditakutkan membawa
bakteri patogen.
2. Persiapan Media
Media perkembangan dibuat sebagai kubangan
lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang
dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran
air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan
kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan
atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi
lubang dengan diameter 1 cm.
3. Pemupukan
Lahan di pupuk dengan dedak halus atau ampas
tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan
pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2.
Cara pembuatan pupuknya :
Siapkan kotoran ayam, jemur 6
jam.
Siapkan bakteri EM4 untuk
fermentasi kotoran ayam
tersebut. Cari di toko pertanian
atau toko peternakan atau balai
peternakan.
Aktifkan/Kembangkan dulu
bakterinya. Caranya ¼ sendok
makan gula pasir + 4ml EM4 +
dalam 300ml air terus diamkan
kuranglebih 2 jam.
Campur cairan itu ke 10kg
kotoran ayam yang sudah
dijemur tadi aduk hingga rata.
Selanjutnya masukkan ke wadah
yang tertutup rapat selama 5
hari.
Mengapa harusdifermentasi?
Karena dengan fermetasi maka kandungan N-
organik dan C-organik bakal naek sampai 2
kalilipat
4. Fermentasi
Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm
selama 3-4 hari.
5. Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air
dengan debit 2-5 Liter / detik
6. Tahapan Kerja Budidaya Cacing Sutra
Berikut tahapan kerja yang harus dilakukan
dalam pembudidayaan cacing sutra:
Lahan uji coba berupa kolam
tanah ber ukuran 8 x 1,5 m
dengan kedalaman 30 cm.
Dasar kolam uji coba diisi
dengan sedikit lumpur.Apabila
matahari cukup terik, jemur
kolam minimum sehari.
Bersamaan dengan itu, kolam
dibersihkan dari rumput atau
hewan lain, seperti keong mas
atau kijing.
Pipa Air Keluar (Pipa
Pengeluaran /Outlet) dicek
kekuatannya dan pastikan
berfungsi dengan baik. terbuat
dari paralon berdia- meter 2 inci
dengan panjang sekitar 15 cm.
Usai pengeringan dan
penjemuran, usahakan kondisi
dasar kolam bebas dari bebatuan
dan benda-benda keras lainnya.
Hendaknya konstruksi tanah
dasar kolam relatif datar atau
tidak bergelombang.
Dasar kolam diisi dengan lumpur
halus yang berasal dari saluran
atau kolam yang dianggap
banyak mengandung bahan
organik hingga ketebalan
mencapai 10 cm.
Masukkan kotoran ayam kering
sebanyak tiga karung, kemudian
sebar secara merata dan
selanjutnya diaduk-aduk dengan
kaki.
Setelah dianggap datar, genangi
kolam tersebut hingga
kedalaman air maksimum 5 cm,
sesuai panjang pipa
pembuangan.
Pasang atap peneduh untuk
mencegah tumbuhnya lumut di
kolam.
Kolam yang sudah tergenang air
tersebut dibiarkan selama satu
minggu agar kandungan gas
hilang.
Tebarkan 0,5 liter gumpalan
cacing sutra dengan cara
menyiramnya terlebih dahulu di
dalam baskom agar
gumpalannya buyar.
Seterusnya atur aliran air dengan
pipa paralon berukuran 2/3 inci.
Wadah budidaya dapat berupa
parit beton atau wadah yang
dilapisi plastik, lebar 0,5 meter.
Pakan cacing sutra berupa
campuran kotoran ayam segar
50% dan lumpur kolam 50%.
Tinggi media 5 cm.
Pemupukan ulang dengan
menambahkan kotoran ayam
sebanyak 9% dari volume awal,
dilakukan setiap minggu.
Media dialiri air irigasi, dengan
debit air 900 ml/menit.
Benih cacing rambut ditebar
sehari sesudah media kultur
dialiri air, yaitu sebanyak 2
gram/ m2.
7. Makanan Cacing Sutra
Karena cacing sutra termasuk makhluk hidup,
tentunya cacing sutra tersebut juga butuh
makan. Makanannya adalah bahan organik
yang bercampur dengan lumpur atau sedimen
di dasar perairan.

Minggu, 03 November 2013

Herbal untuk lele

BIO ELM
Ramuan Probiotik dengan herbal hasil
rekayasa Kang Enus Lele Majalengka.
Sudah diaplikasi dan masih diaplikasi
di Xarell Farm hingga saat ini.
Bahan-bahannya :
1. Bawang putih 0.5 kg
2. Jahe 0.5 kg
3. Temulawak 0.5 kg
4. Kencur 0.5 kg
5. Kunyit 0.5 kg
6. Lengkuas 0.5 kg
7. Daun Sirih 60 lembar
8. Molase 1 kg
9. EM4 Perikanan 1 liter
10. Air 100 liter
Caranya :
*Bahan dari nomor 1
hingga nomor 7
diblender dan masukan
kedalam wadah dengan
tambahan air 100 liter
Larutkan molase dengan
air hangat sebanyak
1 liter aduk sampai larut
dan dinginkan.
**Sesudah dingin larutan
molase campurkan
dengan EM4 dan
masukan dalam wadah
tertutup dan diamkan
selama 3 jam.
Setelah didiamkan
***selama 3 jam campurkan
dengan ramuan yang
sudah diblender tadi dan
diamkan selama 1
minggu.
Aplikasi ke kolam :
Ambil ramuan sebanyak
2 gelas aqua gelas
campur dengan air 1
ember, siram ke kolam
ukuran 2 x 5.
Manfaat :..
***Untuk Pencegahan
penyakit dan kekebalan
tubuh ikan.
Ampasnya dapat
digunakan untuk
penggandaan probiotik
atau untuk campuran
kompos kolam.
Dapat digunakan sebagai
campuran Pakan (bibis)
dengan dosis 1 tutup
aqua untuk 1 kg Pakan.
Frekuensi Pemberian BIO ELM pada
kolam :
Sesudah 5 hari benih
ditebar berikan 2 gelas
aqua Bio ELM.
2 hari setelah pemberian
Bio ELM, berikan
Probiotik KA.
5 hari kemudian, ulangi
kembali pemberian Bio
ELM dst.

Membuat herbal

BAHAN BAHAN
HERBAL :
a. Kunyit atau kunir 6 – 8 kg
b. Temulawak 2 – 3 kg
c. Jahe 1 – 2 kg
d. Daun sirih 2 – 3 kg
e. Brotowali 2 – 3 kg
f. Asem jawa 2 kg
g. Gula jawa 2 – 3 kg
h. Stater EM4 peternakan 1 – 2 liter
i. Air segar 150 liter
LANGKAH
PEMBUATAN :
1. Kunyit, temulawak, di cuci bersih tiriskan lalu
di parut/ blender/ di gilingkan ke pasar.
Tampung pada wadah besar lantas di peras di
ambil sarinya, sampai air perasan menjadi
bening. Hasil sari perasan di masukkan pada
drum digester.
2. Jahe, brotowali, daun sirih dirajang/dicincang
lembut lalu direbus, pengulangan perebusan
hingga air rebusan tidak berwarna coklat lagi.
Setelah dingin air rebusan di masukkan drum
digester.
3. Asem jawa di buang isinya lalu di peras
dioleni, hasil ulenan pertama berbentuk seperti
bubur. Terus diuleni sampai tidak berbentuk
bubur lagi.
4. Gula jawa di sisir halus kemudian di masak
hingga mencair semua, dinginkan, masukkan ke
dalam drum reaktor digester probiotik.
5. Stater EM4 peternakan di masukan dalam
drum, lalu di tutup sangat rapat dengan lakban
rangkap berlapis 3 – 6 lembar lakban. 3kali
pada pertemuan bibir tutup drum dan badan
drum, 2 lapisan bagian atas dan 2 bagian lakban
bagaian bawah. Lamanya waktu proses dala
reaktor digester 14 – 20 hari, baru hasil herbal
probiotik dapat di gunakan. Pengadukan reaktor
digester lewat dop pralon 3 inn, setiap 3 hari
sekali. Sedang gas yang dihasilkan keluar melalui
selang plastik bening yang di masukkan dalam
botol aqua 1,5 liter yang telah di isi air, sehingga
gas dari dalam bisa keluar, tapi udara luar tidak
bisa masuk ke dalam.
Seandainya semua bahan herbal dapat di
hancurkan atau di lembutkan, maka tinggal
memeras lalu dimasukkan dalam reaktor digester
semua bahan herbal ke dalam digester , hasil
perasan dan ampas dari herbal. Hasilnya lebih
bagus di bandingkan kalau Cuma perasan yang
di masukkan.
Aturan pakai :
Ayam dan itik/ bebek : 5 - 10 ml tiap 1 liter air,
dapat di pakai setiap hari, ini untuk dosis
pencegahan Sedang untuk pengobatan saya
sarankan tetap memakai aturan dalam postingan
“Herbal Top Penghancur Segala Penyakit Ayam “
Pakai metode perebusan.
Kambing : Untuk kambing lebih mujarab sistem “
cekok “ saja seminggu sekali 100 ml untuk
seekor kambing, untuk yang masih kecil dosis
setengahnya
Sapi dan kerbau dan kuda : 500 ml seminggu
sekali, model cekok juga. Sebenarnya dengan di
campurkan ke komboran juga bisa, tinggal di
sesuaikan saja.
KEUNGGULAN
PROBIOTIK :
1. FCR ( feed conversi rasio ) lebih baik.
2. Tingkat digestibel/ ketercernaan lebih
sempurna.
3. Asupan pakan lebih irit.
4. Uji tantang antibody/ ketahanan daya tahan
tubuh lebih baik.
5. Produktivitas lebih unggul
6. Lama/ waktu pemeliharaan ternak potong
lebih singkat
7. Periode produksi telur dan susu makin
panjang.
8. Cemaran kontaminasi antibiotika bisa di
minimalisir

Menbuat probiotik lele

membuat obat herbal untuk budidaya Ikan air
tawar, dengan bahan empon-empon, gula merah,
cuka, setelah siap semua bahan-
bahannya,barulah saya mulai meracik. haluskan
semua empon-empon dengan blender jadilah
cairan herbal beserta ampasnya yang berwarna
kekuningan.
Setelah selesai memblender, buat molase dulu
dari gula merah. Lalu campur semua bahan
menjadi satu kedalam drigen 5 liter. ernyata
baunya menyengat,sampai saya sedikit agak
pusing.
Ramuan herbal ini diamkan selama 21 hari.