Rabu, 06 November 2013

PEMBUATAN MOL

Pada dasarnya, pengalaman dalam
membuat larutan MOL ini dilihat dari melihat
sifat atau fisik suatu tanaman. Misalnya bambu,
pertumbuhan bambu sangat cepat. Jika kita
berpikir, pasti ada sesuatu yang dikandung
tanaman itu sehingga dalam 1 minggu, panjang
batangnya bisa mencapai 1 – 2 cm. setelah
diteliti di Laboratorium, bamboo mengandung zat
Gibberellin, inhibitor, auxin dan sitokinin. Selain
itu bambu juga mengandung beberapa mikroba.
Contoh lain adalah bonggol pisang. Akar
pisang bisa merambat kemana-mana dalam
tanah bahkan bisa menembus tembok. Selain itu
mata tunasnya juga banyak. Setelah diteliti
ternyata bonggol pisang banyak mengandung
gibberellin dan sitokinin.
Berdasarkan pengalaman-pengalaman
tersebut maka banyak petani membuat larutan
mikroorganisme local dengan cara fermentasi
yang sangat sederhana. Untuk melakukan
fermentasi dibutuhkan bantuan 3 bahan utama
yaitu:
Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan
mikroorganisme sebagai sumber energy. Bahan
ini dapat dipenuhi oleh air cucian beras, nasi
bekas (basi), singkong, kentang, gandum bahkan
SORGHUM.
Glukosa. Bahan ini juga sumber energy. Ia
dapat diperoleh dari gula merah, gula pasir,
molasses, air gula, air kelapa atau air nira.
Sumber Bakteri. Bahan yang bisa dipakai
diantaranya buah-buahan busuk, sayur busuk,
rebung, bonggol pisang, urine hewan. Bakteri
yang dikandung antara lain: Rhizobium sp,
Azosprillum sp, Azotobacter sp, Pseudomonas
sp, Bacillus sp, dan bakteri pelarut fosfat.
Ketiga bahan utama tersebut kemudian dicampur
dalam satu wadah tertutup rapat yang proses
disebut fermentasi. Setelah 1 – 3 minggu, bahan
mengeluarkan bau alcohol yang tajam. Itulah
tanda fermentasi berhasil dan MOL sudah jadi.
Aktivitas mikroorganisme pun selesai.
MOL BONGGOL PISANG
Bonggol pisang termasuk bahan yang mudah
diperoleh. Banyaknya mata tunas menjadi
inspirasi bahwa disitu ada zat yang luar biasa
yaitu Giberellin dan sitokinin. Bahkan dapat
mengundang mikroorganisme untuk datang.
Kandungan : Giberellin, Sitokinin dan 7
isolat bakteri yaitu: Azospirillum, Azotobacter,
Bacillus, Aeromonas, Aspergillus, Mikroba pelarut
fosfat dan mikroba selulolitik
Manfaat : Sebagai decomposer
dan penyubur tanah
Cara Pembuatan :
Bahan:
1 kg bonggol Pisang
1/5 Kg Gula merah
2 liter air beras
Cara buat:
Bonggol pisang dipotong-potong lalu
ditumbuk-tumbuk
Masukan gula merah yang sudah diiris ke
dalam air beras
Campur bahan dan larutan air beras, aduk
sampai rata
Tutup rapat dengan plastic dan fermentasi
selama 7 – 14 hari
MOL BATANG PISANG
Pada walnya bahan ini hanya dimanfaatkan
sebagai bahan untuk kompos. Namun kemudian
ternyata ditemukan juga adanya mikroba setelah
dijadikan MOL
Kandungan : Mengandung unsur P
Manfaat : Menambah Nutrisi
Cara Pembuatan
Bahan
2 – 3 Kg batang pisang
0,5 Kg gula merah
5 liter air beras
Cara buat:
Batang pisang ukuran 20 – 30 cm dipotong
kecil-kecil lalu ditumbuk, masukan dalam jerigen
Masukan gula merah yang sudah diiris
kedalam jerigen
Masukkan air cucian beras, aduk sampai rata
Tutup jerigen dan pasang selang yang
dihubingkan ke botol berisi air. Lama fermentasi
berkisar 14 – 21 hari.
Cara Pemakaian:
Cairkan MOL dalam air dengan perbandingan 1 :
15

Bertani kencur

Penyediaan Bibit
Kencur umumnya diperbanyak dengan
rimpangnya. Rimpang untuk bibit sebaiknya
diambil dari tanaman yang sehat dan berumur
panen8-12 bulan. Rimpang bibit yang baik
berdaging alot, mengkilap kecoklatan, tidak lecet,
tidak ada gejala busuk atau berjamur.
Rimpang terpilih disemaikan ditempat teduh dan
lembap selama 2 minggu sampai bertunas.
Kemudian rimpang dipotong-potong dengan
ukuran panjang 3 cm dan berat 8-15 gram, serta
diusahakan mempunyai 2-3 mata tunas. Pilih
rimpang yang baru mulai tumbuh tunas untuk
ditanam, karena akan memberikan hasil panen
yang maksimal. Dalam lahan 1 ha dibutuhkan
bibit sebanyak 1-2 ton tergantung jarak tanam.
Untuk menghindari serangan cendawan, sebelum
bibit ditanam terlebih dahulu direndam dalam
larutan Forest, kemudian ditiriskan dan
disemprot fungisida seperti Dithane, Dimazeb,
Ridomil, atau Manzate, dan bakterisida seperti
Agrimycin atau Agrept.
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah harus disesuikan dengan
waktu penanaman, dan sebaiknya dilakukan
menjelang atau awal musim hujan. Caranya
dengan mencangkul sedalam 25-30 cm atau
dibongkar menggunakan bajak.
Tanah lalu digemburkan dengan garpu dan
dibersihkan dari rumput. Selanjutan dibuat
bedengan selebar 1-1,5 m dan tinggi 15-20 cm.
Panjang bedeng disesuaikan dengan keadaan
tempat. jarak antar bedeng 30 cm. Di antara
bedengan itu kemudian dibuat parit sedalam 30
cm untuk menjaga drainase tetap baik. pupuk
kandang atau kompos matang sebagai pupuk
dasar diberikan secara sebar atau sistem larikan
menurut arah baris tanaman. waktu pemberiasn
pupuk 1-2 minggu sebelum tanaman dengan
dosis 15 ton/ha.
Penanaman dan Pemeliharaan
Saat penanaman kencur paling tepat di awal
musim hujan. Rimpang ditanam dengan tunas
menghadap ke atas pada kedalaman sekitar 7,5
cm. Jarak tanam umumnya 15 cm x 15 cm, atau
20 cm x 20 cm, tergantung pola tanam dan
kesuburan tanah., setelah tanaman tumbuh
sempurna diberikan pupuk buatan berupa urea
dengan dosis 150 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan
KCI 100 kg/ha, dan pada umur 2-3 bulan diberi
pupuk tambahan berupa urea 150 kg/ha.
Penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur
1-2 bulan, selanjutnya dengan melihat keadaan
gulma. Pada saat bersamaan dilakukan pula
pembumbunan 3-4 kali sesuai kondisi tanah,
agar rimpang tumbuh dan berkembang dengan
baik. Hati-hati, rimpang/bibit jangan sampai
terluka.
Untuk menghindari hama dan penyakit pada
tanaman dapat disemprotkan fungisida secara
rutin seminggu sekali sampai saat panen.

Cacing sutra

1, Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil
dari alam, Catatan : Sebaiknya bibit cacing di
karantina dahulu karena ditakutkan membawa
bakteri patogen.
2. Persiapan Media
Media perkembangan dibuat sebagai kubangan
lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang
dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran
air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan
kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan
atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi
lubang dengan diameter 1 cm.
3. Pemupukan
Lahan di pupuk dengan dedak halus atau ampas
tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan
pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2.
Cara pembuatan pupuknya :
Siapkan kotoran ayam, jemur 6
jam.
Siapkan bakteri EM4 untuk
fermentasi kotoran ayam
tersebut. Cari di toko pertanian
atau toko peternakan atau balai
peternakan.
Aktifkan/Kembangkan dulu
bakterinya. Caranya ¼ sendok
makan gula pasir + 4ml EM4 +
dalam 300ml air terus diamkan
kuranglebih 2 jam.
Campur cairan itu ke 10kg
kotoran ayam yang sudah
dijemur tadi aduk hingga rata.
Selanjutnya masukkan ke wadah
yang tertutup rapat selama 5
hari.
Mengapa harusdifermentasi?
Karena dengan fermetasi maka kandungan N-
organik dan C-organik bakal naek sampai 2
kalilipat
4. Fermentasi
Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm
selama 3-4 hari.
5. Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air
dengan debit 2-5 Liter / detik
6. Tahapan Kerja Budidaya Cacing Sutra
Berikut tahapan kerja yang harus dilakukan
dalam pembudidayaan cacing sutra:
Lahan uji coba berupa kolam
tanah ber ukuran 8 x 1,5 m
dengan kedalaman 30 cm.
Dasar kolam uji coba diisi
dengan sedikit lumpur.Apabila
matahari cukup terik, jemur
kolam minimum sehari.
Bersamaan dengan itu, kolam
dibersihkan dari rumput atau
hewan lain, seperti keong mas
atau kijing.
Pipa Air Keluar (Pipa
Pengeluaran /Outlet) dicek
kekuatannya dan pastikan
berfungsi dengan baik. terbuat
dari paralon berdia- meter 2 inci
dengan panjang sekitar 15 cm.
Usai pengeringan dan
penjemuran, usahakan kondisi
dasar kolam bebas dari bebatuan
dan benda-benda keras lainnya.
Hendaknya konstruksi tanah
dasar kolam relatif datar atau
tidak bergelombang.
Dasar kolam diisi dengan lumpur
halus yang berasal dari saluran
atau kolam yang dianggap
banyak mengandung bahan
organik hingga ketebalan
mencapai 10 cm.
Masukkan kotoran ayam kering
sebanyak tiga karung, kemudian
sebar secara merata dan
selanjutnya diaduk-aduk dengan
kaki.
Setelah dianggap datar, genangi
kolam tersebut hingga
kedalaman air maksimum 5 cm,
sesuai panjang pipa
pembuangan.
Pasang atap peneduh untuk
mencegah tumbuhnya lumut di
kolam.
Kolam yang sudah tergenang air
tersebut dibiarkan selama satu
minggu agar kandungan gas
hilang.
Tebarkan 0,5 liter gumpalan
cacing sutra dengan cara
menyiramnya terlebih dahulu di
dalam baskom agar
gumpalannya buyar.
Seterusnya atur aliran air dengan
pipa paralon berukuran 2/3 inci.
Wadah budidaya dapat berupa
parit beton atau wadah yang
dilapisi plastik, lebar 0,5 meter.
Pakan cacing sutra berupa
campuran kotoran ayam segar
50% dan lumpur kolam 50%.
Tinggi media 5 cm.
Pemupukan ulang dengan
menambahkan kotoran ayam
sebanyak 9% dari volume awal,
dilakukan setiap minggu.
Media dialiri air irigasi, dengan
debit air 900 ml/menit.
Benih cacing rambut ditebar
sehari sesudah media kultur
dialiri air, yaitu sebanyak 2
gram/ m2.
7. Makanan Cacing Sutra
Karena cacing sutra termasuk makhluk hidup,
tentunya cacing sutra tersebut juga butuh
makan. Makanannya adalah bahan organik
yang bercampur dengan lumpur atau sedimen
di dasar perairan.

Minggu, 03 November 2013

Herbal untuk lele

BIO ELM
Ramuan Probiotik dengan herbal hasil
rekayasa Kang Enus Lele Majalengka.
Sudah diaplikasi dan masih diaplikasi
di Xarell Farm hingga saat ini.
Bahan-bahannya :
1. Bawang putih 0.5 kg
2. Jahe 0.5 kg
3. Temulawak 0.5 kg
4. Kencur 0.5 kg
5. Kunyit 0.5 kg
6. Lengkuas 0.5 kg
7. Daun Sirih 60 lembar
8. Molase 1 kg
9. EM4 Perikanan 1 liter
10. Air 100 liter
Caranya :
*Bahan dari nomor 1
hingga nomor 7
diblender dan masukan
kedalam wadah dengan
tambahan air 100 liter
Larutkan molase dengan
air hangat sebanyak
1 liter aduk sampai larut
dan dinginkan.
**Sesudah dingin larutan
molase campurkan
dengan EM4 dan
masukan dalam wadah
tertutup dan diamkan
selama 3 jam.
Setelah didiamkan
***selama 3 jam campurkan
dengan ramuan yang
sudah diblender tadi dan
diamkan selama 1
minggu.
Aplikasi ke kolam :
Ambil ramuan sebanyak
2 gelas aqua gelas
campur dengan air 1
ember, siram ke kolam
ukuran 2 x 5.
Manfaat :..
***Untuk Pencegahan
penyakit dan kekebalan
tubuh ikan.
Ampasnya dapat
digunakan untuk
penggandaan probiotik
atau untuk campuran
kompos kolam.
Dapat digunakan sebagai
campuran Pakan (bibis)
dengan dosis 1 tutup
aqua untuk 1 kg Pakan.
Frekuensi Pemberian BIO ELM pada
kolam :
Sesudah 5 hari benih
ditebar berikan 2 gelas
aqua Bio ELM.
2 hari setelah pemberian
Bio ELM, berikan
Probiotik KA.
5 hari kemudian, ulangi
kembali pemberian Bio
ELM dst.

Membuat herbal

BAHAN BAHAN
HERBAL :
a. Kunyit atau kunir 6 – 8 kg
b. Temulawak 2 – 3 kg
c. Jahe 1 – 2 kg
d. Daun sirih 2 – 3 kg
e. Brotowali 2 – 3 kg
f. Asem jawa 2 kg
g. Gula jawa 2 – 3 kg
h. Stater EM4 peternakan 1 – 2 liter
i. Air segar 150 liter
LANGKAH
PEMBUATAN :
1. Kunyit, temulawak, di cuci bersih tiriskan lalu
di parut/ blender/ di gilingkan ke pasar.
Tampung pada wadah besar lantas di peras di
ambil sarinya, sampai air perasan menjadi
bening. Hasil sari perasan di masukkan pada
drum digester.
2. Jahe, brotowali, daun sirih dirajang/dicincang
lembut lalu direbus, pengulangan perebusan
hingga air rebusan tidak berwarna coklat lagi.
Setelah dingin air rebusan di masukkan drum
digester.
3. Asem jawa di buang isinya lalu di peras
dioleni, hasil ulenan pertama berbentuk seperti
bubur. Terus diuleni sampai tidak berbentuk
bubur lagi.
4. Gula jawa di sisir halus kemudian di masak
hingga mencair semua, dinginkan, masukkan ke
dalam drum reaktor digester probiotik.
5. Stater EM4 peternakan di masukan dalam
drum, lalu di tutup sangat rapat dengan lakban
rangkap berlapis 3 – 6 lembar lakban. 3kali
pada pertemuan bibir tutup drum dan badan
drum, 2 lapisan bagian atas dan 2 bagian lakban
bagaian bawah. Lamanya waktu proses dala
reaktor digester 14 – 20 hari, baru hasil herbal
probiotik dapat di gunakan. Pengadukan reaktor
digester lewat dop pralon 3 inn, setiap 3 hari
sekali. Sedang gas yang dihasilkan keluar melalui
selang plastik bening yang di masukkan dalam
botol aqua 1,5 liter yang telah di isi air, sehingga
gas dari dalam bisa keluar, tapi udara luar tidak
bisa masuk ke dalam.
Seandainya semua bahan herbal dapat di
hancurkan atau di lembutkan, maka tinggal
memeras lalu dimasukkan dalam reaktor digester
semua bahan herbal ke dalam digester , hasil
perasan dan ampas dari herbal. Hasilnya lebih
bagus di bandingkan kalau Cuma perasan yang
di masukkan.
Aturan pakai :
Ayam dan itik/ bebek : 5 - 10 ml tiap 1 liter air,
dapat di pakai setiap hari, ini untuk dosis
pencegahan Sedang untuk pengobatan saya
sarankan tetap memakai aturan dalam postingan
“Herbal Top Penghancur Segala Penyakit Ayam “
Pakai metode perebusan.
Kambing : Untuk kambing lebih mujarab sistem “
cekok “ saja seminggu sekali 100 ml untuk
seekor kambing, untuk yang masih kecil dosis
setengahnya
Sapi dan kerbau dan kuda : 500 ml seminggu
sekali, model cekok juga. Sebenarnya dengan di
campurkan ke komboran juga bisa, tinggal di
sesuaikan saja.
KEUNGGULAN
PROBIOTIK :
1. FCR ( feed conversi rasio ) lebih baik.
2. Tingkat digestibel/ ketercernaan lebih
sempurna.
3. Asupan pakan lebih irit.
4. Uji tantang antibody/ ketahanan daya tahan
tubuh lebih baik.
5. Produktivitas lebih unggul
6. Lama/ waktu pemeliharaan ternak potong
lebih singkat
7. Periode produksi telur dan susu makin
panjang.
8. Cemaran kontaminasi antibiotika bisa di
minimalisir

Menbuat probiotik lele

membuat obat herbal untuk budidaya Ikan air
tawar, dengan bahan empon-empon, gula merah,
cuka, setelah siap semua bahan-
bahannya,barulah saya mulai meracik. haluskan
semua empon-empon dengan blender jadilah
cairan herbal beserta ampasnya yang berwarna
kekuningan.
Setelah selesai memblender, buat molase dulu
dari gula merah. Lalu campur semua bahan
menjadi satu kedalam drigen 5 liter. ernyata
baunya menyengat,sampai saya sedikit agak
pusing.
Ramuan herbal ini diamkan selama 21 hari.

Lele dengan em4

Pada kolam terpal 2 minggu sebelum benih lele ditebar em-4 diberikan dengan dosis
1 tutup botol/m2, dan ditebarkan rutin setiap 2
minggu sekali sebanyak 1 tutup botol per 2 m2,
penggunaan EM-4 terbukit mampu menjaga daya
tahan tubuh lele, meningkatkan nafsu makan ,
menjaga kolam agar tidak berbau,
memfermentasikan sisa pakan, kotoran yang
terdapat di dasar kolam, juga menguraikan gas
amoniak, methan dan hydrogen sulfide yang
dapat mengganggu ikan. EM 4 juga mampu
meningkatkan oksigen terlarut (DO) sehingga air
menjadi bersih dan tidak diperlukan penggantian
berulang-ulang karena kualitas air tetap terjaga
serta aman bagi lingkungan.
Untuk mendongkrak produksi ikan lele, syaratnya
air harus bagus dan terhindar dari pencemaran.
Sementara mengatasi pencemaran air sendiri
kuncinya hanya dengan teknologi EM 4.
Kemerosotan kualitas air yang disebabkan
limbah merupakan masalah utama yang sering
dihadapi para peternak. Limbah-limbah tersebut
akan menimbulakan gas-gas beracun yang
menyebabkan terjangkitnya penyakit ikan karena
mengalami setress. Limbah tersebut juga
mengakibatkan produksi akan merosot dan
menimbulkan kematian.
Sekilas tentang Teknologi EM 4
Produk EM-4 Perikanan dan Tambak merupakan
kultur EM dalam medium cair berwarna coklat
kekuning-kuningan yang menguntungkan,
berrguna untuk meningkatkan bakteri pengurai
bahan organic, menekan pertumbuhan bakteri
pathogen, menstimulasi enzim pencernaan dan
meningkatkan kualitas air pada tambak.

Manfaat EM-4 Perikanan dan Tambak
Meningkatkan pertahanan tubuh
ikan/udang SR
Meningkatkan pertumbuhan dan
size ikan/udang GR
Meningkatkan imunostimulan /
daya tahan ikan/udang
Meningkatkan daya tahan tubuh
ikan/udang sehingga mengurangi
pengunaan Antibiotik.
Efisiensi energi dan pengelolaan
kualitas air
Memfermentasi sisa pakan,
kotoran, cangkang udang di
dasar tambak
Meningkatkan oksigen terlarut
(DO) dan air menjadi bersih
sehingga tidak diperlukan
penggantian air berulang-ulang.
Menguraikan gas-gas amoniak,
metan dan hydrogen sulfide.
Mempertahankan kualitas
linkungan
Aman dan Ramah lingkungan.
Cara Membuat EM4 Sendiri
Berikut ini cara pembuatan EM yang sudah
banyak dilakukan masyarakat, dengan
menggunakan bahan-bahan yang mudah di
dapat.
1. Bahan dan alat
Susu sapi murni dua liter
Isi perut (lambung) kambing
atau sapi secukupnya.
Gula pasir 1 kg
Bekatul 1 kg
Nanas 1 buah
Terasi ½ kg
Air bersih 10 liter
Panci
Parutan atau blender
Kompor
2. Cara Membuat
Haluskan buah nanas dengan
menggunakan blender/parutan.
Campurkan dengan gula pasir,
bekatul, terasi dan air bersih di
dalam panci. Masak sampai
mendidih, lalu dinginkan.
Tambahkan susu sapi murni dan
isi lambung kambing atau sapi,
aduk hingga tercampur rata.
Tutup panci rapat-rapat hingga
12 jam atau satu hari.

Membuat EM4 dengan bahan Tumbuhan
Mungkin sUdah ada yg tahu bahwa membuat
EM4 dengan bahan usus hewan menimbulkan
bau busuk yang kurang sedap, oleh karena itu,
disini dituliskan cara membuat mikroba
komposter EM4 dengan bahan2 tumbuhan yang
tidak terlalu berbau busuk.
Bahan-bahan
Sampah sayur, terutama kacang-
kacangan
Kulit buah-buahan (papaya,
pisang, rambutan, mangga, dsb.)
Bekatul, secukupnya
Gula merah, sedikit saja
Air beras, secukupnya
Cara membuat:
Sampah sayur, kulit buah-
buahan dan bekatul
dicampurkan. Tempatkan
misalnya di dalam sebuah ember
atau penampung yang lain.
Tutup. Sambil kadang-kadang
diaduk, biarkan selama satu
minggu sampai membusuk
sehingga menjadi EM1. EM
singkatan dari Effective
Microorganism, yaitu jasad renik
"ganas" yang akan mempercepat
proses pengomposan. Ditengarai
dengan angka 1 karena inilah
cairan mikroorganisme yang
terbentuk setelah mengalami
dekomposisi selama satu
minggu.
Cairan EM1 dicampur dengan
sampah sayur dan kulit buah-
buahan. Kemudian didiamkan
lagi selama satu minggu. Cairan
baru yang terbentuk disebut
dengan EM2.
Cairan EM2 dicampurkan dengan
bekatul, gula merah dan air
beras. Dan didiamkan lagi
selama satu minggu sehingga
menjadi EM3.
Diamkan lagi selama satu
minggu tanpa menambahkan
apa-apa. Cairan itu telah
menjadi EM4.
Membuat EM4 dengan Mudah
Sebagai starter mikroorganisme pada proses
dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam
dunia pertanian organik. Jika kita harus membeli
EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal
ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri
dengan harga bahan baku yang sangat murah.
Salah satu caranya adalah sebagai berikut:
BAHAN:
1.    Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
2.    Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
3.    Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
4.    Kacang panjang segar 0,25 kg
5.    Kangkung air segar 0,25 kg
6.    Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
7.    Gula pasir 1 kg
8.    Air tuak dari nira 0,5 liter
CARA PEMBUATAN:
Pepaya, pisang, nanas, kacang
panjang, kangkung dan batang
pisang muda dihancurkan hingga
ukuran menjadi agak halus. Buah
harus yang sudah matang atau
dapat juga digunakan kulit buah
yang tidak dimakan.
Setelah dihancurkan, campuran
bahan tersebut dimasukkan
dalam ember.
Campurkan gula pasir dan tuak
dalam ember tadi dan aduk
hingga rata.
Wadah ditutup rapat dan
disimpan selama 7 hari
Setelah 7 hari larutan yang
dihasilkan dikumpulkan secara
bertahap setiap hari hingga
habis.
Larutan tersebut disaring dan
dimasukkan kedalam wadah yang
tertutup rapat. Larutan tersebut
adalah EM4 yang siap digunakan
dan dapat bertahan hingga 6
bulan.
Ampas dari hasil penyaringan
larutan bisa digunakan sebagai
pupuk kompos.
CARA MEMPERBANYAK EM 4
Untuk menghemat penggunaan EM 4 terutama
bagi pembudidaya ikan lele skala besar,
beberapa pembudidaya ikan lele memilih untuk
memperbanyak penggunaan EM 4 mereka,
sehingga dengan usaha memperbanyak ini dapat
ditemukan perbandingan dimana 1 liter EM 4
dapat menghasilkan sekitar 70 liter EM 4
fermentasi. Adapun cara memperbanyak EM 4 ini
adalah:
Resep 1
Alat dan Bahan :
Em 4 = 1 liter
Air gula merah = ½ kg + 1 liter air
Sari buah nenas (4 buah) + 38 liter
Jerigen isi 40 liter
Campur semua dalam wadah jeregen, lalu tutup
rapat selama seminggu, dan siap pakai.
Resep 2
Alat dan Bahan :
1. 3 liter cairan EM 4 ( 3 botol
@ 1 liter)
2. Drum plastic 200 liter
3. 500 gr gula merah / putih
4. 180 liter air
5. 0,5 kg terasi yang sudah
dicairkan dengan air
secukupnya (opsional untuk
hasil yang lebih baik)
Resep 3
Alat dan Bahan
1. Tetes tebu 3 liter
2. Em-4 2 liter
3. Air 95 liter
4. Kantung plastic / drum (ada tutup)
5. Tali
Cara Pembuatan :
1. Dicampur air, tetes tebu dan em-4
2. Diikat atau ditutup
3. Dibiarkan selama kurang lebih 2
minggu.